Disable Preloader

Berita

24 Juli 2021

Memahami Lombok dari Data Magnetotelurik

Serpong, Humas LIPI. Febty Febriani, peneliti Pusat Penelitian Fisika – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika – LIPI) mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Memahami Lombok dari Data Magnetotelurik” dalam Webinar Scientific Meeting  PUI Geomagnetik Universitas Mataram, Sabtu (24/7). Febty menjelaskan terkait memahami pemodelan bawah permukaan daerah Sembalun-Propok, Lombok dengan menggunakan salah satu metode geofisika yaitu metode magnetotelurik.

“Metode magnetotelurik merupakan salah satu metode elektromagnetik yang menggunakan sumber medan elektromagnetik alam untuk mengetahui sifat fisis bumi yang berupa resistivitas mulai dari permukaan hingga sampai ke kedalaman mantel bumi. Sumber-sumber medan elektromagnetik berupa  petir, solar wind, dan medan magnetik bumi,” terang peneliti dari kelompok penelitian Fisika Sistem Kompleks.

Manfaat yang bisa didapatkan dari dari metode magnetotelurik adalah untuk melihat struktur batuan, kemudian untuk melihat eksplorasi geotermal, dan untuk melihat daerah patahan potensi bencana. Dari hasil pemodelan bawah permukaan daerah studi area, terlihat adanya manifestasi geotermal di bagian tenggara Gunung Rinjani, Pulau Lombok, pada kedalaman 1-2 km di bawah permukaan.

“Penelitian ini bisa menjadi awalan untuk memahami kondisi bawah permukaan Pulau Lombok, sehingga di masa yang akan datang mampu menguak potensi geotermal maupun potensi bencana gempa yang ada di Pulau Lombok,” ungkap Febty. (hrd/ ed. adl)