Disable Preloader

Berita

06 Januari 2021

Perkenalan Tujuh CPNS Fisika LIPI

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Fisika – LIPI) mengadakan acara perkenalan tujuh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara virtual, pada Rabu (6/1), Ketujuh CPNS tahun 2020 diantaranya Apriadi Salim Adam, M. Jauri Kholili, Mohammad Hasib, Saspam Arman Wella, Seramika Ari Wahyoedi, M. Shoufie Ukhtary, dan Wahyu Dita Saputri.

Dalam sambutannya, Kepala P2 Fisika, Rike Yudianti mengharapkan agar CPNS yang ditempatkan dapat bersyukur dan berbahagia dalam melaksanakan tugas. “Di mana anda ditugaskan, harus tangguh dan bisa beradaptasi,” pesan Rike yang di hadapan sivitas baru P2 Fisika.

Pada kesempatan tersebut, CPNS Wahyu Dita Saputri mengungkapkan bahwa masuk ke LIPI merupakan hal yang diimpikan untuk menjadi peneliti. “Perasaannya pasti sangat bangga bisa masuk di LIPI karena passion saya di bidang penelitian. Saya suka banget meneliti, menulis, dan lain-lain,” terangnya. “Best on research pada baterai natrium. Apabila ada kolaborasi antara LIPI dengan tempat post doc saya, maka akan saya kembangkan,” tambah Dita.

Saspam Arman Wella atau Arman, menceritakan dirinya mendaftar ke LIPI untuk yang kedua kalinya. "Diterima di LIPI merupakan sebuah capaian yang sangat luar biasa, karena mengingat sudah ujian S3 itu pilihannya hanya dua, yaitu peneliti atau dosen. Jadi ketika bisa masuk di salah satunya itu, menjadi capaian yang luar biasa dan kebanggan bagi keluarga,” ujarnya.

Senada dengan kedua rekannya, perasaan Apriadi Salim Adam ketika bergabung di LIPI juga sangat senang. "Sejak pulang dari Jepang, saya merasa passion-nya lebih ke arah peneliti. “Kami berarap melakukan penelitian bisa lebih fokus dan berkembang.” jelas Apri.

CPNS yang lain, Jauhar menyampaikan adanya sedikit imitasi untuk memilih karier di LIPI. "Alhamdulillah, di LIPI ada grup yang cocok,” ucap Jauhar yang memiliki penelitian di bidang evaluasi dan simulasi tentang detektor.

Setelah lulus S3 tahun 2019, Jauhar berkomunikasi dengan orang-orang LIPI, kemudian mendaftar, dan lulus. “Perasaan saya senang karena bisa melanjutkan penelitian yang sesuai dengan latar belakang pendidikan,” ungkapnya. (hrd)