Disable Preloader

Berita

10 November 2021

Workshop Diseminasi Iptek bagi Finalis BRIN Motion Graphic 2021

Serpong - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Workshop Diseminasi Iptek kepada Finalis BRIN Motion Graphic 2021 secara virtual (2/11). Pada tahap ini, setiap finalis dipasangkan dengan salah satu peneliti maupun perekayaasa yang bekerja di lingkungan BRIN sehingga terbentuklah kolaborasi yang utuh antara lembaga, masyarakat, serta peneliti untuk mempromosikan Iptek.

Arti Juwita, Pejabat Fungsional Humas BRIN, dalam pengantarnya mengatakan para finalis berkolaborasi para peneliti maupun perekayasa. “Para finalis bertujuan untuk mengeksplorasi kegiatan-kegiatan, aktivitas hasil riset, dan inovasi yang sudah dihasilkan oleh para peneliti dan perekayasa di lingkungan BRIN. Kemudian dalam kolaborasi tersebut dituangkan dalam konten motion graphic,” ujarnya.

Dewan juri berfugsi sebagai katalis yang mempercepat terjadinya reaksi antara para peneliti dengan para finalis, sehingga cair dan proses eksplorasinya lebih mudah untuk penangkapan informasi dari peneliti dan perekayasa yang dituangkan dalam konten motion graphic. “Final Konten Motion Graphic akan dinilai sebagai hasil karya final, itu tidak keluar dari apa yang ingin disampaikan oleh para peneliti dan perekayasa,” harap Arti.

“Tidak hanya dari peneliti dan perekayasa yang menyampaikan aktivitas yang ingin disampaikan atau yang ingin dituangkan ke dalam motion graphic, tetapi juga finalis berhak untuk meyampaikan jika  materi tersebut mempunyai kendala sangat tinggi jika dituangkan menjadi motion graphic. Kegiatan ini, kami beri waktu selama lima hari dalam pembuatannya,” jelas Arti.

Dalam acara tersebut Dewan juri diperkenakan untuk mobile dari room satu ke room lainnya, untuk memfasilitasi maupun menjadi wasit antara para finalis dan perekayasa. “Dewan juri bisa menjembatani antara peneliti dan perekayasa dengan para finalis, serta paham karena beberapa hal dari latar belakang pendidikan juga bidang ilmunya pasti berbeda,” harapnya.

Para dewan juri yang terdiri dari Iman Sudjudi, Fajar Izzani, dan Heliana menyampaikan baik tentang etika maupun teknis. Para dewan juri menyampaikan mulai dari bagaimana pentingnya kreatif brief, menyiapkan pertanyaan dengan pola 5 W + 1 H, kemudian stori produk hingga visual asset.

Selanjutnya Shiddiq S. selaku perwakilan panitia menyampaikan terkait kriteria-kriteria hasil karya di babak final. Dalam seleksi final ini, materi antara peneliti/perekayasa berbeda satu dengan yang lainnya, sehingga para finalis ditantang untuk mampu mengolah data dan informasi iptek menjadi sebuah karya motion graphic yang mudah dimengerti oleh khalayak umum.

Setelah tahap tanya-jawab, panitia membuat breakout room Zoom, dengan satu tim akan bertemu dengan satu peneliti atau perekayasa. Jadi dalam satu ruangan itu akan terdiri dari satu tim dan satu peneliti atau perekayasa untuk berdiskusi, bertanya dan sebagainya secara dua arah. Hadir dalam pertemuan tersebut, peneliti dari Pusat Riset Fisika Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik BRIN, Bambang Widiyatmoko dan Maria Margareta Suliyanti.

Arti sangat memahami dari perasaan para finalis sangat singkat waktu yang diberikan oleh panitia untuk suatu karya yang diikutsertakan dalam babak final ini. “Namun di situlah letak tantangannya, yang nanti pada saat para finalis memasuki dunia kerja atau dunia konten yang sesungguhnya bila ada stressing yang muncul sudah bisa dikontrol, dikelola, karena sudah terbiasa atau sudah lulus dari sesi babak final Motion Graphic Competition 2021,” pungkasnya. (hrd/ ed. adl)